Selasa, 11 Februari 2014

Majas dalam Bahasa Indonesia

    Kali ini saya akan menjelaskan tentang majas dalam bahasa indonesia. Mungkin banyak yang masih bingung dengan majas ini. Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang bertujuan untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.(sumber: http://rohmatullahh.blogspot.com/2013/09/PengertianMajasContohMacam-macamMajas.html)

      Majas biasanya muncul di dalam soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA/K. Karena saya juga sekarang murid kelas XII yang nanti akan menghadapi Ujian Nasional, maka disini saya akan berbagi tentang majas yang biasanya selalu keluar dalam soal UN setiap tahunnya.

        Ada beberapa macam majas
1. Personifikasi: Benda yang bukan manusia dianggap seolah-olah seperti melakukan gerakan layaknya manusia. Contoh: Dinginnya udara malam ini menggelitiki kulitku.
2. Metafora: Perbandingan manusia dengan benda lain selain manuisa. Contoh: otak membatu,bintang timur..
3. Metonimia: Perbandingan manusia dengan benda disebut secara langsung. Contoh: Tono biasa dipanggil si gajah.
4. Hyperbola: Melebihkan-melebihkan sesuatu yang tidak banyak. Contoh: Uangnya banyak segudang.(Kenyataanya tidak sebanyak itu)

Selasa, 04 Februari 2014

Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2013

Berikut ini adalah daftar para pemenang Festival Film Indonesia 2013: 

Pemeran Pendukung Pria Terbaik : Adipati Dolken (Sang Kiai)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik : Jajang C. Noer (Cinta Tapi Beda

Penata Efek Visual Terbaik : Eltra Studio (Moga Bunda Disayang Allah

Pengarah Artistik Terbaik : Iqbal Marjono (Belenggu

Penata Musik Terbaik : Aksan Sjuman (Belenggu

Penyunting Gambar Terbaik : Cesa David Luckmansyah (Rectoverso

Perancang Busana Terbaik : Retno Ratih Damayanti (Habibie & Ainun

Film Pendek Terbaik : Simanggale (Donni Arlen, FFTV IKJ) 

Film Animasi Pendek Terbaik : Sang Suporter (W. Darmawan)

Penata Suara Terbaik : Khikmawan Santosa, M. Ikhsan, dan Yusuf A. Pattawari (Sang Kiai)
 
Pengarah Sinematografi Terbaik : Yudi Datau (5 cm

Penulis Skenario Terbaik : Ginatri S. Noer dan Ifan Ardiansyah (Habibie & Ainun

Penulis Cerita Asli Terbaik : Anggoro Saronto (Sang Pialang

Film Dokumenter Pendek Terbaik : Split Mind (Andri Sofyansyah) 

Film Dokumenter Panjang Terbaik : Denok & Gareng (Dwi Susanti Nugraheni) 

Pemeran Utama Pria Terbaik : Reza Rahadian (Habibie & Ainun

Pemeran Utama Wanita Terbaik : Adinia Wirasti (Laura & Marsha

Sutradara Terbaik : Rako Prijanto (Sang Kiai

Film Terbaik : Sang Kiai

Sabtu, 25 Januari 2014

Pengenalan Storyboard dan Shootingscript

Storyboard adalah serangkaian sketsa dibuat berbentuk persegi panjang yang menggambarkan suatu urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi multimedia. Storyboard menggabungkan alat bantu narasi dan visual pada selembar kertas sehingga naskah dan visual menjadi terkoordinasi [1]. Dalam kata lain storyboard dapat diartikan sebagai alat perencanaan yang menggambarkan urutan kejadian berupa kumpulan gambar dalam sketsa sederhana. 2. Mengapa Perlu Storyboard. Storyboard berperan menjadi gambaran dasar dari sebuah produk yang akan kita bangun berikutnya, ini merupakan cetak biru atau algoritma dari apa yang akan kita bangun. Pada awalnya storyboard merupakan kumpulan dari kertas gambar yang berisi rangkaian-rangkaian kejadian dalam sebuah produksi film, termasuk film animasi. Hal ini akan menjadi kerangka dasar bagi sutradara atau pembuat scenario tentang bagaimana sebuah film seharusnya berjalan. Begitu pula halnya dengan pembuatan aplikasi multimedia interaktif. Biasanya pembuatan Multimedia interaktif melibatkan beberapa orang dalam sebuah tim, setidaknya melibatkan dua orang pakar, seorang pakar yang mengerti konten materi pembelajaran dan seorang lagi seorang pakar dalam cooding program atau yang mengkompilasi materi pembelajaran menjadi suatu program aplikasi multimedia pembelajaran yang interaktif (MMI). Jadi diharapkan dengan sebuah format storyboard yang dibangun bisa dibaca dengan mudah baik oleh sang pembuat ataupun oleh orang-orang yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut dan mengerti urutan kejadian yang dimaksudkan oleh storyboard tersebut. Secara lebih rinci storyboard dalam pembuatan multimedia interaktif diperlukan agar dapat: a. Memahami alur gambar/cerita yang dibuat secara sistematis sehingga kecil kemungkinan ada bagian penting yang terlewatkan. b. Tidak lupa dengan alur gambar/cerita yang sudah kita rencanakan (sebagai pedoman atau pengingat) pada saat pengambilan gambar atau video maupun editing gambar atau video yang telah diambil. c. Mudah membaca isi cerita secara visual. d. Dapat memilih rekaman yang akan diambil sesuai kebutuhan sehingga tidak akan terjadi pemborosan bahan baku shooting (kaset) Sehingga video/animasi yang dihasilkan sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Pada umumnya penulisan storyboard dan storyline sering menjadi satu kesatuan yang saling mendukung terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat : a. Bentuk adegan/potongan-potongan gambar sketsa b. Bentuk (alur cerita) untuk memperjelas gambar sketsa c. Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu)

contoh story board :